Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pakar Komunikasi: Orang Seperti Fufufafa Itu Jadi Ketua RT Saja Tidak Pantas, Apalagi Jadi Lurah Konoha


 Pakar Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto menyebut sosok di balik akun Kaskus Fufufafa tak layak jadi pemimpin. Bahkan sekelas Ketua RT.

Itu setelah mencuatnya nama Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming yang diduga sebagai sosok di balik akun tersebut.

“Orang seperti fufafa itu jadi ketua RT saja gak pantas apalagi jadi lurah konoha,” ungkapnya dikutip fajar.co.id dari unggahannya di X, Kamis (12/9/2024).

Ia menegaskan betapa pentingnya jejak digital. Di sisi lain, menurutnya, ia menyebut pemilik akun itu sosok anak muda yang tak bermoral.

“Makin lama makin terkuak dan terbuka bahwa pemilik akun fufufa adalah anak muda tak bermoral, tak beretika, mesum, harasser, tricky, busuk di belakang topeng anonimitas. Benar-benar karakter pemuda hipokrit yang pintar berbohong dan bersandiwara, sembunyikan watak asli yang jahat di depan publik,” ucapnya.

Menurutnya, orang di balik akun itu berasal dari keluarga yang pendidikannya tidak jelas. Tapi mengikuti isu-isu aktual.

“Saya yakin ini hanya anak jalanan dari keluarga yang berpendidikan gak jelas. Mungkin hanya seorang yang biasa jadi pengangguran yang kerjaannya suka ngeboat, tapi punya akun dan aktif di medsos sehingga mengikuti isu-isu aktual,” ujarnya.

Baginya, tak mungkin pemilik akun itu dari kalangan terhormat.

“Berdasar akal waras tak mungkin manusia berkarakter fufufafa itu berasal dari keluarga terhormat, apalagi anak Raja. Gak mungkinlah. Paling dia itu gembel gelandangan yang tak jelas dari mana asalnya, tapi punya perilakunya pongah dan suka meremehkan,” terangnya.

Akun Kaskus Fufufafa sendiri mencuat ke publik usai viral berbagai unggahannya yang mengkritik presiden terpilih Prabowo Subianto.

Berbagai spekulasi mencuat atas akun itu. Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming disinyalir berada di belakangnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie saat ditanyai wartawan terkait tudingan bahwa Gibran dibalik akun tersebut membantagnya.

“Sudah kami pelajari lah. Bukan lah, bukan (milik Gibran Rakabuming Raka,” ujar Budi saat ditemui di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Meski saat ini belum bisa mengidentifikasi siapa di balik akun itu, ia bilang pihaknya segera megungkap ke publik.

“Kita nggak tahu. Tunggu lagi. Tunggu saja, nanti ada waktunya,” ucapnya seperti dikutip dari fajar


Roy Suryo Minta Menkominfo Budi Arie Tak Usah Komentar soal Akun Fufufafa: Kominfo Nanti Di-bully

Pakar telematika, Roy Suryo meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi untuk tidak usah berkomentar soal akun bernama Fufufafa di situs Kaskus yang diduga milik Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.

Roy mengatakan alasannya meminta Budi Arie diam untuk tidak berkomentar lantaran pernyataannya tidak dilandasi kajian ilmiah.

Selain itu, sambungnya, ditakutkan pernyataan Budi Arie tersebut justru membuat Kominfo dihujat oleh warganet.

"Saya menyarankan sebaiknya dalam kasus akun Kaskus Fufufafa ini BAS (Budi Arie Setiadi) sebaiknya diam saja dan tidak usah banyak berkomentar agar tidak tampak kekonyolannya dan berakibat Kominfo semakin di-bully netizen karena stetemennya yang jauh panggan dari api alias tidak berdasar kajian ilmiah sama sekali," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Rabu (11/9/2024).

Berbeda dengan Budi Arie, Roy meyakini bahwa pemilik akun Fufufafa yang viral adalah Gibran.

Hal tersebut, katanya, dilandasi dari analisa pakar digital dan berbagai temuan yang tersebar di media sosial (medsos).

"Sebenarnya sudah tidak perlu dibantah lagi bahwa akun Kaskus Fufufafa yang membuat heboh di masyarakat tersebut adalah orang yang sudah banyak disebut selama ini. Jadi sekali lagi sebaiknya BAS tidak perlu komen," tuturnya.

Lebih lanjut, Roy meminta agar Budi Arie menginstropeksi diri sebagai Menkominfo terkait bocornya data dari Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) beberapa waktu lalu yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lembaga negara.

"BAS adalah sosok yang malah terbukti jelas gagal total dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya saat menangani PDN dengan kasus kebocoran data yang sangat memalukan di mata dunia, merugikan masyarakat, dan banyak lembaga negara yang diretas dan dibocorkan datanya beberapa bulan lalu," tegasnya.***

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Onlineindo.TV | All Right Reserved